You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 10 Kilogram Sayur Hidroponik RPTRA Tanjong Timur Ludes Terjual
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

10 Kilogram Sayuran di RPTRA Tanjong Timur Ludes Terjual

10 kilogram sayuran pakcoy dan sawi hijau yang ditanam dengan sistem hidroponik di RPTRA Tanjong Timur, Pulau Panggang, Kepulauan Seribu ludes terjual setelah dipanen.

Alhamdulillah panen hari ini langsung habis dibeli

Pengurus RPTRA Tanjong Timur, Soleha mengatakan, sayuran yang dipanen terdiri dari tiga kilogram sawi hijau dan tujuh kilogram pakcoy. Masing-masing sayuran tersebut dijual seharga Rp 5 ribu per ikat.

"Alhamdulillah panen hari ini langsung habis dibeli. Meski tidak banyak, tapi menambah pemasukan kas kami dan untuk beli bibit," ujarnya, Senin (9/10).

11,5 Kilogram Ikan dan Sayuran Dipanen di Kampung Bali

Soleha menjelaskan, proses menanam pakcoy membutuhkan waktu satu bulan mulai dari pembibitan hingga panen. Bibit sayuran yang dipanen hasil bantuan dari Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan dan kader PKK.

"Sayuran hidroponik ini dijamin sehat dan lezat. Sebelum panen, kita sosialisasikan ke warga. Sehingga saat panen langsung ludes terjual," ungkapnya.

Rini (27), warga RW 02, Pulau Panggang, mengaku sering membeli beragam sayuran hidroponik dari RPTRA karena kondisinya segar.

"Harga juga cukup terjangkau. Makanya saya sering beli hasil panen di sini," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1338 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1181 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye972 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye946 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye774 personFakhrizal Fakhri
close